imaji cinta
Jiwaku serasa melayang
di udara, hempasan angin membawaku pada suatu tempat terasa jauh, bahkan
teramat jauh. Aku merasakan sesuatu hal yang begitu berbeda, perasaan yang
membuatku merasa enggan untuk pergi dari alur itu. Aku ingin terus menyusuri
setapak perjalanan dimana angin membawaku terbang. Aku bosan, aku jenuh berada
di duniaku sendiri. Aku ingin keluar, aku ingin pergi jauh, sejenak untuk
menikmati dunia yang berbeda. Sekilas aku melihat banyak dunia diluar duniaku
bagai dunia fantasi. Dunia fantasi dimana akan membawa jiwa seseorang merasa
ceria dan hanyut akan hal-hal diluar kepala.Ya, aku menyebutnya sebagai “DUNIA
FANTASI” yang ada bermacam wahana di dalamnya. Ada yang menghanyutkan, ada yang
membuat tertawa, bahkan ada yang membuat jantung kita berdetak 10 kali lebih
cepat dari biasanya, menghembuskan kita dari ketinggian yang teramat tinggi,
kemudian menghempaskan kita dari ketinggian tersebut.
Cinta…5
huruf yang terbentuk dari 26 huruf alphabet. Aku menyebutnya sebagai 5 huruf
pilihan yang dirangkai begitu indah menjadi sebuah kata yang singkat tetapi
mengandung ribuan makna didalamnya. Masing-masing manusia memiliki tanggapan
berbeda mengenai “CINTA”. Ada yang beranggapan bahwa cinta itu menyakitkan. Aku
fikir mereka yang beranggapan seperti itu lantaran berdasarkan pengalaman
pribadi orang tersebut. Mereka merasa trauma, sehingga mereka menyimpulkan
bahwa cinta itu menyakitkan. Ada pula yang beranggapan bahwa cinta itu indah.
Sama halnya dengan kita berada dalam suatu tempat yang terasingkan tetapi
membuat kita enggan pergi dari tempat itu. Tidak ada yang salah dengan cinta.
Bagiku, cinta itu indah dan akan selalu indah pada massa apapun. Cinta tidak
membuat sakit, luka, bahkan kehancuran. Yang menciptakan rasa itu adalah diri
kita sendiri. Kita membuat rasa sakit, luka, bahkan kehancuran ke dalam cinta.
Semakin banyak orang
bertanggapan mengenai cinta, semakin berambisi untuk aku keluar dari duniaku
sendiri. Aku ingin merasakan, aku ingin memiliki, dan aku ingin di akui dalam
cinta. Yang ada di benakku hanyalah “cinta itu indah”.
Aku
menegakkan kepalaku menghadap lurus tepat pada satu titik, satu titik dimana
ada seseorang yang seolah menantiku diujung sana. Perlahan aku berjalan, hingga
aku sampai pada satu titik itu. Seseorang itu menyambutku dengan lembut,
mengulurkan tangannya untukku dan membawaku berjalan memasuki cinta bersamanya.
Tutur kata yang indah membuatku terbuai, senandung lagu yang merdu membuatku
terhanyut, dan tatapan kedua bola matanya yang bersinar membuatku luluh. Suatu
waktu ketika dia membawaku terbang bersamanya dan menggenggam tanganku
erat-erat merasakan indahnya dunia yang disebut cinta, ada sosok bidadari yang
sangat menawan, entah apa yang aku rasakan. Perasaanku begitu takut, aku takut
ketinggian..aku takut tiba-tiba Ia melepaskan genggaman tangannya,
menghempaskanku dari ketinggian dan terbang menggenggam tangan sang bidadari
itu. Semua ketakutanku menjadi kenyataan. Ia menghempaskanku dari ketinggian
hingga Ia lupa bahwa aku takut akan ketinggian.Aku terambang dari hal yang aku
takuti, aku terhempas dari semua rasa yang saat itu aku rasakan. Aku memejamkan
mataku, aku mencoba menganggap semua rasa sakitku hanyalah sebuah ilusiku
hingga kelak disaat aku terjatuh ke dasar jurang, ada seseorang yang
benar-benar tulus berada disana dan membawaku keluar dari jurang itu.
Cinta
ibarat angin yang berhembus. Ia ada, dapat dirasa, namun tidak dapat disentuh
apalagi dilihat. Tekadang, angin itu seketika berubah menjadi angin yang
hembusannya dua kali lebih kuat dibanding sebelumnya. Akan menumbangkan pohon
jika pohon itu tidak memiliki akar yang kuat dan batang yang dapat berdiri
kokoh untuk monopang. Sama halnya dengan cinta, terkadang cinta mencoba menguji
kita dengan bermacam cara. Akan menumbangkan kita, jika kita tidak memiliki
keyakinan yang kuat dan hati yang kokoh untuk menopang. Bagaimanapun, cinta
tidak salah dan selamanya tidak akan pernah salah. Yang salah hanyalah
ke-egoisan manusia dalam memanfaatkan cinta. Layakkah cinta dimanfaatkan ??
Pantaskah cinta di obral kesana-sini ?? Adakah seberkas cahaya untuk
meng-agung-kan cinta ?? Itu semua menjadi pertanyaan tersendiri dalam benakku,
padahal cinta bukanlah teka-teki yang harus dipecahkan permasalahannya untuk
mendapatkan jawaban. Cinta itu untuk dirasa.
Indahkah
cinta jika hanya dirasa tanpa bisa memiliki ?? Aku mencintai orang yang sama
sekali tidak mencintaiku. Aku hanya bisa merasakan kehadiran cinta itu, tanpa
bisa memilikinya. Tetapi bagiku semuanya itu indah. Kehadiran cinta membuatku
tersenyum meski tanpa memiliki. Itu karena aku berambisi untuk tersenyum. Aku
dapat pula merasakan sakit, namun aku enggan untuk merasakannya. Aku menanam
senyumku dengan caraku sendiri. Yang lebih sempurna lagi adalah ketika aku bisa
dicintai oleh orang yang aku cintai, bisa diakui oleh orang yang aku akui, dan
bisa memiliki orang yang ingin aku miliki. Saat ini aku belum bisa mendapatkan
itu semua, aku percaya karena memang belum waktunya. Akan ada saatnya, akan ada
massa nya dimana aku tidak hanya bisa merasakan tetapi memiliki, diakui, dan
menggenggam cinta yang lebih sempurna. Dan aku percaya bahwa semua akan indah
pada waktunya.