Sabtu, 04 April 2015

CERPEN

                                                          imaji cinta
Jiwaku serasa melayang di udara, hempasan angin membawaku pada suatu tempat terasa jauh, bahkan teramat jauh. Aku merasakan sesuatu hal yang begitu berbeda, perasaan yang membuatku merasa enggan untuk pergi dari alur itu. Aku ingin terus menyusuri setapak perjalanan dimana angin membawaku terbang. Aku bosan, aku jenuh berada di duniaku sendiri. Aku ingin keluar, aku ingin pergi jauh, sejenak untuk menikmati dunia yang berbeda. Sekilas aku melihat banyak dunia diluar duniaku bagai dunia fantasi. Dunia fantasi dimana akan membawa jiwa seseorang merasa ceria dan hanyut akan hal-hal diluar kepala.Ya, aku menyebutnya sebagai “DUNIA FANTASI” yang ada bermacam wahana di dalamnya. Ada yang menghanyutkan, ada yang membuat tertawa, bahkan ada yang membuat jantung kita berdetak 10 kali lebih cepat dari biasanya, menghembuskan kita dari ketinggian yang teramat tinggi, kemudian menghempaskan kita dari ketinggian tersebut.
Cinta…5 huruf yang terbentuk dari 26 huruf alphabet. Aku menyebutnya sebagai 5 huruf pilihan yang dirangkai begitu indah menjadi sebuah kata yang singkat tetapi mengandung ribuan makna didalamnya. Masing-masing manusia memiliki tanggapan berbeda mengenai “CINTA”. Ada yang beranggapan bahwa cinta itu menyakitkan. Aku fikir mereka yang beranggapan seperti itu lantaran berdasarkan pengalaman pribadi orang tersebut. Mereka merasa trauma, sehingga mereka menyimpulkan bahwa cinta itu menyakitkan. Ada pula yang beranggapan bahwa cinta itu indah. Sama halnya dengan kita berada dalam suatu tempat yang terasingkan tetapi membuat kita enggan pergi dari tempat itu. Tidak ada yang salah dengan cinta. Bagiku, cinta itu indah dan akan selalu indah pada massa apapun. Cinta tidak membuat sakit, luka, bahkan kehancuran. Yang menciptakan rasa itu adalah diri kita sendiri. Kita membuat rasa sakit, luka, bahkan kehancuran ke dalam cinta.
Semakin banyak orang bertanggapan mengenai cinta, semakin berambisi untuk aku keluar dari duniaku sendiri. Aku ingin merasakan, aku ingin memiliki, dan aku ingin di akui dalam cinta. Yang ada di benakku hanyalah “cinta itu indah”.
Aku menegakkan kepalaku menghadap lurus tepat pada satu titik, satu titik dimana ada seseorang yang seolah menantiku diujung sana. Perlahan aku berjalan, hingga aku sampai pada satu titik itu. Seseorang itu menyambutku dengan lembut, mengulurkan tangannya untukku dan membawaku berjalan memasuki cinta bersamanya. Tutur kata yang indah membuatku terbuai, senandung lagu yang merdu membuatku terhanyut, dan tatapan kedua bola matanya yang bersinar membuatku luluh. Suatu waktu ketika dia membawaku terbang bersamanya dan menggenggam tanganku erat-erat merasakan indahnya dunia yang disebut cinta, ada sosok bidadari yang sangat menawan, entah apa yang aku rasakan. Perasaanku begitu takut, aku takut ketinggian..aku takut tiba-tiba Ia melepaskan genggaman tangannya, menghempaskanku dari ketinggian dan terbang menggenggam tangan sang bidadari itu. Semua ketakutanku menjadi kenyataan. Ia menghempaskanku dari ketinggian hingga Ia lupa bahwa aku takut akan ketinggian.Aku terambang dari hal yang aku takuti, aku terhempas dari semua rasa yang saat itu aku rasakan. Aku memejamkan mataku, aku mencoba menganggap semua rasa sakitku hanyalah sebuah ilusiku hingga kelak disaat aku terjatuh ke dasar jurang, ada seseorang yang benar-benar tulus berada disana dan membawaku keluar dari jurang itu.
Cinta ibarat angin yang berhembus. Ia ada, dapat dirasa, namun tidak dapat disentuh apalagi dilihat. Tekadang, angin itu seketika berubah menjadi angin yang hembusannya dua kali lebih kuat dibanding sebelumnya. Akan menumbangkan pohon jika pohon itu tidak memiliki akar yang kuat dan batang yang dapat berdiri kokoh untuk monopang. Sama halnya dengan cinta, terkadang cinta mencoba menguji kita dengan bermacam cara. Akan menumbangkan kita, jika kita tidak memiliki keyakinan yang kuat dan hati yang kokoh untuk menopang. Bagaimanapun, cinta tidak salah dan selamanya tidak akan pernah salah. Yang salah hanyalah ke-egoisan manusia dalam memanfaatkan cinta. Layakkah cinta dimanfaatkan ?? Pantaskah cinta di obral kesana-sini ?? Adakah seberkas cahaya untuk meng-agung-kan cinta ?? Itu semua menjadi pertanyaan tersendiri dalam benakku, padahal cinta bukanlah teka-teki yang harus dipecahkan permasalahannya untuk mendapatkan jawaban. Cinta itu untuk dirasa.

Indahkah cinta jika hanya dirasa tanpa bisa memiliki ?? Aku mencintai orang yang sama sekali tidak mencintaiku. Aku hanya bisa merasakan kehadiran cinta itu, tanpa bisa memilikinya. Tetapi bagiku semuanya itu indah. Kehadiran cinta membuatku tersenyum meski tanpa memiliki. Itu karena aku berambisi untuk tersenyum. Aku dapat pula merasakan sakit, namun aku enggan untuk merasakannya. Aku menanam senyumku dengan caraku sendiri. Yang lebih sempurna lagi adalah ketika aku bisa dicintai oleh orang yang aku cintai, bisa diakui oleh orang yang aku akui, dan bisa memiliki orang yang ingin aku miliki. Saat ini aku belum bisa mendapatkan itu semua, aku percaya karena memang belum waktunya. Akan ada saatnya, akan ada massa nya dimana aku tidak hanya bisa merasakan tetapi memiliki, diakui, dan menggenggam cinta yang lebih sempurna. Dan aku percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Selasa, 03 Maret 2015

BELIEVE IT



Keajaiban datang ketika kita percaya dan yakin bahwa keajaiban itu ada.


        Dengan usaha dan kerja keras, tidak ada hal yang tidak mungkin jika Tuhan menghendaki.Ada kalanya kita terpuruk, bukan berarti Tuhan membenci kita, tetapi Dia sedang menguji kita.Tuhan akan menurunkan rahmat-Nya apabila kita berhasil menjalankan ujian yang di beri oleh-Nya.Sesungguhnya pada saat kita di beri nikmat, pada saat itulah Tuhan memberikan ujian untuk kita.Harta, serta kenikmatan yang kita miliki hanyalah sementara, semua itu milik-Nya dan akan kembali lagi kepada-Nya.Hal yang terberat dalam hidup adalah pada saat kita di beri nikmat oleh Tuhan karena kenikmatan terkadang membuat kita lupa akan segalanya, bahkan kita lupa itu semua hanyalah bersifat sementara.

Senin, 02 Februari 2015

KELUH KESAH ANAK KOST

hello buddy's..

denger kata "anak kost" kalian langsung gimana ?? ada yang berfikir positif, ada yang berfikir negatif juga.
kalo yang positif itu gimana sih ?
nah, kalo berfikir positif nya tuh gini nih..kita suka di bilang "mandiri'
kalo negatifnya yaa gitu..mungkin orang" suka berfikir "orang gak bener" (suka macem")

ah tapi masalah itu sihh yaudah lah. bgi gue itu gak masalah.
gue cuman mau share pengalaman gue aja selama gue jadi nak kost.

jdi gini nih awal mula nya gue ngekost..
gue anak rantau an. dulunya gue tinggal sama kk gue, pas udah kelas 3 SMA nih any something, problem antara rumah tangga kk gue. oke wtf.
so, akhirnya gue mutusin buat nge kost. selain gue bisa tenang, jarak antara kost sama sekolah gue itu asli deket banget >,<

awalnya gue mikir, gue bisa tenang dan lepas dari semua hal" disekeliling gue yang buat gue merasa nggak nyaman.
AWALnya yaa >,<
semakin lama, seiring waktu berjalan..gue mulai merasa apa arti "KESEPIAN" apa arti "KEBERSAMAAN". dan apa arti "KEBUTUHAN"

KESEPIAN
oke, gue jauh dari orang tua. ngga papa masih ada kk gue, sama keponakan gue. tapi sekarang, semuanya udah pecah. yang awalnya sebuah kesatuan menjadi sebagian dan kemudian dari sebagian menjadi pecah berkeping-keping. dan dari setiap kepingan itu jauh satu sama lain. maksud ngga ?? oke wtf

KEBERSAMAAN
yang awalnya gue selalu sama kakak gue..gue selalu sama keponakan gue. sekarang apa" gue harus sendiri. dan ini bukan di tanah kelahiran, ini di kota orang ._.

KEBUTUHAN
nah ini nih, pusat keluh kesah anak kost. harus bisa me manage uang. dan jujur, sampai saat ini gue belum bisa ngelakuin nya >,<
awalnya emang kantong tebel..bisa beli ini itu, eh pas kantong udah mulai tipis nih, baru deh kerasa. kerasa apanya ?? kerasa "mirisnya".
titik permasalahannya ya, mau minta ke ortu ga enak hati...tapi kalo ngga minta juga makin "nelongso". tahan" deh setok indomie..sampai ortu bilang "uang udah habis belum ?". berhubung ortu gue kadang nanya nya "uang masih ada kan ?" dengan terpaksa gue harus jawab "masih". karena gue tahu diri juga, gini-gini gue tinggal sendiri aja udah ngerepotin. gue mikirnya, ortu gue udah biaya in adek gue, sekolah gue, kost gue, uang jajan gue. gimana mau enak hati kalo misalnya gue minta uang jajan kalo uang gue udah abis ?>,<
#catatan
kalo masalah kebutuhan, tergantung dari segi pendapatan ortu yaa. hehe kalo gue sih emang berasal dari keluarga yang pas-pasan.hehehe

duh pusing nih
nyuut..nyuuttt
cekit cekitt
udah dulu yaa keluh kesah anak kostan =))
thx buddy's :*

Senin, 12 Januari 2015

CERPEN

Di Balik Jendela Kaca

Semburat mentari di siang itu, tak merapuhkan semangat gadis kecil yang setiap harinya berdiri di balik jendela kaca sebuah kelas di sekolah dasar. Dengan berbekal sebuah buku usang dan pensil yang mungil, ia memperhatikan guru yang sedang menerangkan apa yang sedang dipaparkannya. Baju usang berwarna putih dan kaki tidak beralaskan apapun, tidak menggoyahkan semangatnya yang kokoh. Dari gambaran seperti itu, sudah jelas bisa ditebak. Gadis kecil itu bukan berasal dari keturunan seorang pengusaha yang kaya raya, bukan keturunan dari anak konglomerat, apalagi anak seorang bangsawan. Ia berasal dari kalangan bawah, yang hidupnya jauh dari fasilitas. Hidupnya bergantung dari setiap tong sampah yang berjejer di setiap rumah-rumah besar, megah, dan mewah.
Gadis kecil itu bernama Asmi. Ia merupakan gadis kecil berusia 8 tahun. Kedua orang tuanya telah meninggal setahun yang lalu. Kedua orang tua Asmi merupakan kalangan yang tak berada. Mereka menggantungkan hidupnya dari tong ke tong. Nasi basi, lauk yang sudah di hinggapi oleh lalat hijau, bahkan sisa-sisa tetesan air yang berada dibotol. Itu semua menjadi santapan yang lezat bagi mereka. Tanpa berpikir resiko yang akan menimpa mereka setelah mengkonsumsi semua itu. Tidak hanya sekali, tetapi itu semua menjadi santapan harian mereka. Sedangkan uang tak seberapa hasil mereka mengumpulkan botol-botol bekas, mereka tabung untuk menyekolahklan Asmi. Namun tak ada yang bisa menebak takdir kapan disaat orang kaya menjadi jatuh miskin, orang miskin naik tahta menjadi konglomerat, orang sehat menjadi sakit, orang sakit menjadi sehat, bahkan hingga ajal. Semua itu rahasia ilahi. Belum sempat Asmi menjajaki bangku kelas 2, ia terpaksa berhenti sekolah lantaran tidak mempunyai biaya sepeserpun, semenjak orang tuanya meninggal.
Dari situlah Asmi nekat mengikuti jejak kedua orang tuanya, menjadi seorang pemulung. Ia tidak berlarut meratapi nasibnya, kedua orang tuanya menjadi motivasi Asmi. Motivasi sebagai pemulung ?? tentu saja tidak, tidak ada yang mau menjadi pemulung. Sekalipun iya, itu karena keadaan yang memaksa. Sama halnya yang terjadi pada Asmi. Uang mempersempit kalangan bawah untuk menikmati apa yang seharusnya mereka dapatkan. Hal sekecil apapun sekarang kebanyakan dinilai dengan uang. Yang lebih memprihatikan lagi, sebuah hal yang begitu besar dan sangat berarti sekarang bukan hanya dinilai dengan uang, tetapi dapat diperjual-belikan. Makanan pokok ? barang antik ? tanah ?. Bukan itu, itu hanyalah hal biasa yang ada disekeliling manusia terutama dikalangan berada. Harga diri. Ya, harga diri saat ini dengan mudahnya dapat diperjual-belikan.
Asmi berpikir bahwa ia harus kembali menuntut ilmu. Ia tidak mau seperti kedua orang tuanya yang hidup dalam kesusahan. Bukan bagaimanapun caranya ia mendapatkan uang secepat mungkin dengan segala hal, tetapi dengan bagaimana caranya ia mendapatkan uang dengan halal, meskipun memerlukan kesabaran dan waktu yang tak tentu. Pemikiran yang cukup matang untuk anak se-umuran Asmi yang harusnya menikmati masa kanak-kanak nya dengan penuh canda-tawa, berkumpul bersama teman-teman sebaya nya, bahkan merengek dan memohon-mohon kepada orang tua mereka jika menginginkan sesuatu. Tetapi itu semua bukan yang dirasakan dan didapatkan oleh Asmi. Asmi tidak merasa iri ataupun cemburu melihat teman-teman sebaya disekitarnya yang merasakan hal itu. Justru dengan hidup susah dikalangan orang-orang yang serba ada menjadikan Asmi memiliki keinginan dan jiwa kerja keras yang tinggi bahwa ia harus kerja keras untuk seperti mereka. Berbeda dengan Asmi, bukan menjadi seperti mereka yang bergelimang uang kemudian menghamburkan uang begitu saja. Tetapi menjadi seperti mereka yang memiliki uang, tetapi dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Luar biasa !!!
Ia hidup di tengah-tengah peliknya ibukota, kawasan kumuh dekat bantaran sungai dengan beratapkan selembar seng bekas dan beralaskan kardus yang ketika turun hujan ia harus berlontang-lantung kesana-kemari mencari tempat berteduh. Ia bukan satu-satunya anak yang bernasib malang. Ada ribuan bahkan jutaan anak, yang bernasib sama seperti Asmi. Namun Asmi merupakan salah satu dari jutaan anak yang memiliki kemauan yang keras untuk keluar dari nasib itu. Nasib yang akan tetap pada diri seseorang jika mereka tetap melakukan hal sama dan berulang-ulang tanpa menjurus ke arah perubahan yang lebih baik. Pendidikan adalah salah satu jalan menuju perubahan itu. Oleh karena itu, setiap pagi hingga pukul 12 siang ia selalu pergi ke sekolah bekas ia sekolah setahun yang lalu. Meskipun ada perubahan, yang awalnya ia berada di dalam kelas sekarang ia berada di luar kelas, tepatnya di balik jendela kaca. Tak sedikit cemoohan yang keluar dari mulut-mulut anak-anak juragan, anak pengusaha, bahkan anak konglomerat yang mereka lontarkan kepada Asmi setiap harinya.
Hingga suatu hari berlalu, Asmi melihat sekumpulan botol yang ia kumpulkan setiap harinya yang belum sempat dijual. Tak terlintas ia harus menjual botol bekas itu, tiba-tiba terlintas di pikirannya sebuah ide yang brilliant !!! sebagian uang yang terkumpul, ia gunakan untu membeli lem. Ia mengumpulkan tutup botol bekas minuman. Ia bergegas mencuci tutup botol yang sudah ia kumpulkan. Satu-persatu, tutup botol itu ia rekatkan erat dengan lem hingga membentuk tempat yang bermanfaat. Ia membuat sebuah tong sampah. Tong sampah yang dibuat berbahan ratusan tutup botol yang biasanya orang-orang buang begitu saja kini menjadi sebuah tempat yang berguna. Tong sampah hasil karya nya itu, kemudian ia jajahkan dijalanan, ia tawarkan ketika lampu merah. Kaca demi kaca mobil ia ketuk untuk menawarkan hasil karya nya itu. Tak sedikit orang yang enggan membuka kacanya untuk melihat apalagi membelinya. Orang-orang kaya berdasi yang hanya sibuk bergelut dengan waktu dan duduk manis ditempat ber-AC sembari menatap komputer. Mereka memiliki pandangan hidup yang luas, tetapi tidak dengan mata hatinya. Mereka menggunakan matanya untuk melihat dunia sekitar tetapi kebanyakan dari mereka tidak melihat dunia disekitar mereka dengan mata hatinya. Hampir puluhan kaca mobil yang ia ketuk, tak ada satupun yang membukanya. Mereka memburu waktu, waktu yang didalamnya terdapat uang uang dan uang. Terik matahari disiang itu, membuat Asmi bermandikan keringat. 
Hingga pada suatu ketika, ada sepasang suami istri yang berbaik hati dengan menggunakan motor butut keluaran jaman dulu “astrea” memanggil Asmi. Mereka terlihat bukan dari kalangan berada, bukan dari kalangan menengah bukan pula dari kalangan bawah seperti Asmi. Mereka bisa dibilang berada diantara kalangan menengah dan kalangan bawah. Asmi pun menghampiri kedua pasang suami istri itu. Dan ternyata mereka ingin membeli tong sampah hasil karya Asmi. Mereka tidak iba, justru karena mereka salut akan kegigihan anak seumuran Asmi yang tak kenal lelah menjajakkan sebuah tong sampah meskipun berpuluh-puluh mobil enggan membukakan kacanya. Sepasang suami istri itu menawarkan tong sampah miliknya dengan sebuah kantong plastik yang berisikan labu. Di satu titik sebenarnya Asmi sangat membutuhkan uang agar ia dapat melanjutkan sekolahnya yang terputus itu. Tetapi disisi lain ia merasa sangat senang karena masih ada yang mau melihat dan menghargai hasil karya nya itu, meskipun hanya dihargai dengan sebuah labu. Dengan penuh ikhlas Asmi menukarkan tong sampah miliknya dengan sebuah labu. Dalam benaknya “apalah arti sebuah karya jika hanya dihargai dengan uang, dihargai tidak harus dengan uang. Uang dapat dicari kemudian”.
Sesampainya di rumah tempat ia tinggal dengan kumpulan botol-botol sampah miliknya. Tepatnya bukan rumah, karena memang tidak layak untuk di huni. Gubuk ?? yah mungkin itu sebutan yang tepat. Ia membelah labu itu, dan tak disangka didalam labu kecil pemberian kedua suami istri itu terdapat mutiara. Sempat ganjil memang, ketika sepasang suami istri itu memberikan labu miliknya, Asmi melihat labu didalam plastik yang telah berada dalam genggamnya. Belum sempat Asmi mengucapkan terimakasih karena mereka berkenan melihat tong sampah yang dibuatnya, tiba-tiba kedua orang itu menghilang sekejap mata padahal lampu masih merah belum berubah hijau. Asmi terheran, tetapi ia tidak menghiraukan hal itu. Ia hanya berpikir, mereka adalah jelmaan malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menolongnya. Tidak ada yang tidak mungkin, dan tidak ada yang mustahil di dunia ini selama Tuhan berkehendak atas segala kuasa-Nya.
Asmi bergegas menjual mutiara itu. Uang yang didapatkan dari hasil penjualan mutiara tersebut begitu banyak. Ia dapat melanjutkan sekolahnya, membeli rumah mewah, mobil, menyewa pembantu, bahkan ia dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih bagus dari sekolah yang sebelumnya ia tempati. Tapi di luar dugaan dan diluar bayangan. Rumah mewah, sekolah elit, mobil, pembantu tidak sedikitpun berada dalam lintas pikirannya. Ia tetap sekolah di tempat sebelumnya ia sekolah, ia membeli rumah tetapi rumah yang sederhana. Karena ia merasa bahwa saat ini belum saatnya. Sisa uang yang ia miliki, ia bagikan kepada orang-orang yang bernasib sama sepertinya. Ia berpikir bahwa semua yang di miliki bukan hak ia seutuhnya, ia hanya menggunakan rejeki dari Tuhan secukupnya bukan semaunya. Karena semaunya tidak akan ada batasnya. Bocah ajaib memang. Ia tetap menjadi pemulung, tetapi ia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pelajar. Uang hasil sebagian ia menjual barang bekas merupakan bekal Asmi dalam membiayai kebutuhan hidupnya.
Detik, jam, hari, bulan, waktu dan tahun demi tahun berlalu. Tak terasa, Asmi telah tumbuh menjadi seorang remaja dan kini ia duduk di bangku SMA. Bukankah jika ditotal..biaya SD, SMP, SMA cukup banyak dan jika dibandingkan dengan hasil dari penjualan barang bekas tidak akan cukup untuk membiayai sekolahnya. Uang penjualan barang bekas hanya dapat membeli makan sehari-hari. Tidak hanya bekal barang rongsokan, tetapi otak yang ia punya. Tidak sia-sia ia selalu berada di balik jendela kaca dengan berbekal buku usang dan pensil mungil. Dengan ketekunan dan kegigihannya dalam menuntut ilmu, Ia selalu mendapatkan beasiswa. Bukan beasiswa bagi anak yang kurang mampu, tetapi beasiswa bagi anak-anak yang memiliki otak brilliant alias pintar. Ia telah membuktikan bahwa ia dapat menunjukkan kemampuannya, bukan menunjukkan belas kasihan kepada setiap orang. Orang yang cerdas bukan berasal dari kalangan kaya ataupun miskin. Tetapi dari cara ia mengolah, berbekal tekad, kemampuan, dan kemauan tinggi yang tertanam dalam dirinya sendiri.
Tentu saja Asmi tidak berhenti dalam mengembangkan segala ide yang ia punya untuk menghasilkan kreativitas-kreativitas dalam mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai jual. Ia terus menggali ide yang ia punya dan mengajarkannya kepada orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan. Khususnya ibu rumah tangga berada dikalangan bawah yang bekerja sebagai pemulung. Karena Asmi pernah merasakan betul gertir pahitnya berada diposisi itu apalagi semenjak ia kecil.
Hingga lulus SMA, ia melanjutkan kuliah tentunya tidak mengeluarkan uang sepeserpun, melainkan beasiswa. Setelah lulus kuliah, ia bekerja disebuah perusahaan. Tempat orang-orang mengenakan dasi, dan berkemeja rapih yang dulunya hanya bisa mencemooh dan tidak bisa memandang orang sekitar menggunakan mata hatinya. Ia tidak balas dendam, tetapi ia ingin menunjukkan bahwa tidak seharusnya memandang rendah orang yang berada dibawah. Asmi tetap menjadi seseorang yang rendah hati. Saat ini memang Asmi terlihat sibuk dengan rutinitas barunya sebagai karyawan disalah satu perusahaan di Ibukota. Tetapi hasil dari kesibukannya semata untuk mendirikan sebuah tempat untuk menampung orang-orang kalangan bawah. Untuk apa ?? untuk membagikan dan mengajarkan ide kreatifnya dalam mengolah barang bekas yang memiliki nilai jual ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia berharap agar tidak ada lagi pemulung, pengemis ataupun pengamen dijalanan. Andai kedua orang tuanya masih hidup, pasti mereka bangga melihat anak semata wayangnya kini menjadi seseorang yang berguna dan bermanfaat bagi setiap orang. Rahasia terbesar Asmi adalah disaat ia berjuang keras mati-matian tanpa lelah, tanpa menyerah, hasil karya nya di tolah sana-sini, sekejap pertolongan dari Tuhan pun datang. Entah melalui perantara apapun itu. Ini membuktikan bahwa Tuhan tidak tidur. Tuhan selalu mengawasi setiap gerak-gerik dan apa saja yang dilakukan manusia. Tuhan akan memapah orang yang mau berusaha dan berdoa. Tetapi seketika Tuhan bisa melepaskan kita dari genggamannya, ketika kita menyalahgunakan pemberian dan pertolongan dari-Nya. 

Minggu, 23 November 2014

MOTIVASI

hello good reader... ( ya itu juga kalau ada yang baca post gajelas gue :D)

kali ini gue mau nulis apa yang lagi ada dipikiran gue saat ini, yaa daripada kebuang
siapa tau juga berguna. itu juga kalo berguna, namanya juga siapa tau, ya gaa ?? hehe

ngomong-ngomong tentang  "motivasi", kalian pasti udah pada sering denger kan kata tersebut ?
sebelumnya, apa sih itu motivasi ?? biasanya, orang-orang selalu mempunyai motivasi dalam kehidupannya.

ada banyak pengertian tentang motivasi, dan setelah saya baca dari berbagai sumber yang ada, saya menarik kesimpulan bahwa :
motivasi merupakan semacam pendorong, dan daya penggerak utama bagi seseorang dalam upaya mencapai apa yang ia inginkan atau untuk mencapai sesuatu hal agar menjadi lebih baik lagi.

ada banyak sekali motivasi dalam hidup, salah satunya yang akan saya tulis

dalam kehidupan, ada banyak sekali problematika yang kerap kali muncul menghampiri kita
bagaimana kalian menanggapinya ??

apakah kalian akan lari dari kenyataan untuk menghindarinya ?? apakah kalian akan tetap bertahan untuk menghadapinya ??

sejauh apapun kita lari dari suatu "masalah", masalah yang kita miliki tidak akan terselesaikan
justru malah akan menjadi banyak dan semakin menumpuk jika kita melihat kebelakang.
jika sudah seperti itu, apa yang harus dilakukan ?? masalah yang tadinya kecil atau sepele, gara-gara kita lari dari masalah..pada saat kita lelah, kita menengok ke belakang..tiba-tiba, wah masalah kecil berubah menjadi masalah yang begitu besar.

"kalian boleh pergi, tapi untuk menyelesaikan masalah. bukan untuk menghindar dari masalah"
jangan jadikan masalah sebagai suatu alasan "beban hidup", jadikan suatu masalah sebagai "musuh" kita yang harus kita musnahkan dengan cara menyelesaikannya dengan baik.
tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, jika kita berani untuk menghadapinya.
so, sekecil apapun masalah yang kita miliki..jangan abaikan masalanya, tetapi carilah solusi untuk menanganinya.

hehe, sekian celotehan tidak jelas dari saya
terimakasih telah membaca :)

Senin, 15 September 2014

SECRET ADMIRER

Dia...

Dia adalah sosok yang selalu aku dambakan sejak lama dalam diamku, selalu aku ucap namanya dalam do'aku dan sosok yang selalu menemaniku dalam mimpi dan khayalanku.
entah ini "cinta" ataukah hanya sebatas "kagum" ??
yang jelas, aku bahagia setiap aku melihatnya
dan aku merasa kehilangan setiap dia tidak ada dalam pandanganku

Setiap pagi, aku selalu berharap agar aku dapat bertemu dan melihatnya disekolah.
Ketika kedua mata ini tak sanggup untuk menatapnya, ketika bibir ini tak sanggup untuk berucap..
aku hanya dapat memandanginya dari kejauhan.

Siang itu, tepatnya jam istirahat. Seperti biasa, gue selalu keluar kelas buat melihatnya dari kejauhan
maklum aja, kita memang berbeda kelas dan jurusan sekaligus letak kelas dia berada di lantai 4, sedangkan aku berada di lantai 2. Hampir setiap hari, gue mencari kesempatan biar gue bisa melihatnya.

Dan ngga disangka, siang itu dia berada diluar kelas dan menatap ke arah gue. seketika gue menjadi salah tingkah.
"lu kenapa Na ??" ujar Dera teman di sebelahku.
"em eh anu, ituu pagi ini cerah yaa" sahutku sambil melihat kearah langit.
"hah ?? pagi lu bilang ?? astagaa, panas terik gini lu bilang pagi yang cerah ?? wah sarap lu"
"loh eh emang sekarang jam berapa si ?"
"nih, liat nih udah mau jam 12 juga"
"oh gitu yaa hehehe"
"oh iya, gue perhatiin hampir setiap hari, lu selalu disini dan liatin anak sains mulu yang dilantai atas.emmm hayoo looh hehehe" celoteh Dera.
"ah engga ah, gue emang suka aja disini, bisa liatin awan " ujarku sambil mengeles.


Keesokan harinya, ketika gue berada diperpustakaan alangkah terkejutnya gue melihat dia berada diperpustakaan juga. Dan dia duduk dihadapan gue sembari membaca buku. Selain penjaga perpustakaan, cuman ada gue dan dia diruangan itu.
tiba-tiba dia memanggil gue

"maaf, kamu.."
"siapa s-s-sayaa ??" jawabku dengan nada gugup dan panik
"iyaa, siapa lagi" ujarnya sambil senyum

"wah jangan..jangan dia tau lagi kalau gue suka perhatiin dia setiap hari, terus dia mau nanya siapa nama gue. ya tuhaaannn" batinku

"itu, kamu emang biasa baca buku terbalik yaa ??" ujarnya sembari ketawa kecil.
"oh..hehehe "seketika aku membalikkan bukuku dan menunduk.
" hahaha ada-ada aja" sahutnya dengan nada kecil.

 Hari itu adalah hari termalu yang gue rasain, gue ngga tau harus gimana dan hanya bisa menanggung malu didepan orang yang gue suka.
Bel tanda masuk pun berbunyi, gue bergegas buat masuk ke kelas. ketika gue berjalan menuju pintu, tiba-tiba dia manggil gue lagi
"duuh hati gue dag dig dug gini yah, OMG dia manggil gue lagiii" batinku.
"eh tunggu bentar"ujarnya.

dengan sok jaim gue nengok ke arahnya
"iyaaa, ada apa yaa"
"ini pulpen kamu bukan ??"
"oh iya ini pulpen saya..hehe makasih yaa"
"iyaa..sama-sama" ujarnya dengan senyum manisnya.

Beuuh, ternyata pulpen gue ketinggalan. Gue kira apaan, taunya cuman pulpen
Tapi, walaupun begitu, gue tetep seneng karena bisa liatin dia lebih dekat dan bisa liat senyum manisnya.
Senyum manisnya yang selalu menghantui gue, yang buat gue senyum-senyum sendiri nggak jelas.
Wah entah apa yang orang lain fikirkan tentang gue ketika liat gue.

lagi..lagi..dan lagiii.....
setiap hari gue selalu liatin dia dan mencari tau tentang dia.

hingga suatu ketika, gue tau
"dia udah punya pacar"
pupus sudah harapan gue, untung gue belum kenal dia lebih dalam.
seandainya gue udah kenal dia lebih dalam, jatuhnya pasti lebih sakit.
Beruntungnya gue, dan gue mutusin buat sebatas jadi pengagum rahasianya dia sampai saat ini.

"Tuhan memang adil, ketika dia bukan jodoh kita, Tuhan pasti segera memberikan petunjuk-Nya"

hehehe..sekian cerpen gaje saya. ini bukan hobi, hanya sekedar pengilang bete saya
tapi, kalo ada yang mau kritik dan saran..monggooo dengan senang hati ^^






Minggu, 14 September 2014

LIFE MUST BE BETTER

Heloooo good people, hmmm bingung mau nge post apaan..oiya tentang motivasi aja kali yah hehe
kali ini, gue mau ngebahas tentang "KEHIDUPAN". apasih kehidupan itu ??  


hmmm kehidupan adalah sebuah proses perjalanan yang penuh lika-liku untuk mencapai suatu titik kehidupan yang sesungguhnya.
eitsss ini versi gue yah GP hehe, setiap orang mempunyai definisi yang berbeda-beda kok :) tapi intinya sama

dalam hidup, apasih yang kita inginin ?? pastinya "KEBAHAGIAAN" 
nah apakah kebahagiaan akan didapatkan jika kita hanya diam...diam...dan diam ??  tanpa usaha sama sekali ?? NO !!
Hidup itu perjalanan. jika anda mengharapkan sebuah kebahagiaan tapi hanya dan tetap "diam" 
sama halnya dengan anda menyia-nyiakan hidup.
"kebahagiaan itu datang dengan sendirinya asalkan kita terus berdoa memohon sama Tuhan"
dan ini salah besar.
berdoa dan beribadah memang penting, dan itu menjadi landasan dalam hidup. tapi, selain itu kita juga harus mengiringinya dengan usaha. 
 
yang namanya hidup pasti harus seperti ini 

"LIFE MUST BE BETTER"


 hidup pastinya harus lebih baik dari sebelumnya. 

banyak orang yang menyia-nyiakan hidupnya dengan hal-hal yang tidak penting. untuk apa ?? untuk kepuasan mereka, bukan kebahagiaan mereka.

>>jangan pernah membandingkan kebahagiaan/kehidupan orang lain yang menurut anda jauh lebih baik dari kebahagiaan/kehidupan anda. jika anda masih membandingkannya, berarti anda  masih belum menemukan diri anda sendiri. masing-masing orang mempunyai cara tersendiri untuk mencapai suatu kebahagiaan.
>>jangan selalu menyalahkan diri sendiri, terkadang kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu membuat dan menyisakan sesal. GP, masa lalu telah berakhir dan yang harus di fikirkan adalah masa sekarang dan yang akan datang. dimana anda sekarang, dan bagaimana kehidupan anda di masa yang akan datang. belajarlah menerima kesalahan, kegagalan, ataupun pengalaman pahit di masa lalu. jadikan itu sebagai motivasi anda untuk lebih baik lagi nantinya.

yang jelas, LIFE MUST GO ON AND MAKE IT BETTER THAN BEFORE guysss hehe
postingan saya ini bukan bermasud untuk meng gurui, saya hanya menulis apa yang ada dipikiran saya
dan postingan saya ini sama sekali tidak bermasud untuk menyinggung siapapun
terimakasih GP :)