Sabtu, 04 April 2015

CERPEN

                                                          imaji cinta
Jiwaku serasa melayang di udara, hempasan angin membawaku pada suatu tempat terasa jauh, bahkan teramat jauh. Aku merasakan sesuatu hal yang begitu berbeda, perasaan yang membuatku merasa enggan untuk pergi dari alur itu. Aku ingin terus menyusuri setapak perjalanan dimana angin membawaku terbang. Aku bosan, aku jenuh berada di duniaku sendiri. Aku ingin keluar, aku ingin pergi jauh, sejenak untuk menikmati dunia yang berbeda. Sekilas aku melihat banyak dunia diluar duniaku bagai dunia fantasi. Dunia fantasi dimana akan membawa jiwa seseorang merasa ceria dan hanyut akan hal-hal diluar kepala.Ya, aku menyebutnya sebagai “DUNIA FANTASI” yang ada bermacam wahana di dalamnya. Ada yang menghanyutkan, ada yang membuat tertawa, bahkan ada yang membuat jantung kita berdetak 10 kali lebih cepat dari biasanya, menghembuskan kita dari ketinggian yang teramat tinggi, kemudian menghempaskan kita dari ketinggian tersebut.
Cinta…5 huruf yang terbentuk dari 26 huruf alphabet. Aku menyebutnya sebagai 5 huruf pilihan yang dirangkai begitu indah menjadi sebuah kata yang singkat tetapi mengandung ribuan makna didalamnya. Masing-masing manusia memiliki tanggapan berbeda mengenai “CINTA”. Ada yang beranggapan bahwa cinta itu menyakitkan. Aku fikir mereka yang beranggapan seperti itu lantaran berdasarkan pengalaman pribadi orang tersebut. Mereka merasa trauma, sehingga mereka menyimpulkan bahwa cinta itu menyakitkan. Ada pula yang beranggapan bahwa cinta itu indah. Sama halnya dengan kita berada dalam suatu tempat yang terasingkan tetapi membuat kita enggan pergi dari tempat itu. Tidak ada yang salah dengan cinta. Bagiku, cinta itu indah dan akan selalu indah pada massa apapun. Cinta tidak membuat sakit, luka, bahkan kehancuran. Yang menciptakan rasa itu adalah diri kita sendiri. Kita membuat rasa sakit, luka, bahkan kehancuran ke dalam cinta.
Semakin banyak orang bertanggapan mengenai cinta, semakin berambisi untuk aku keluar dari duniaku sendiri. Aku ingin merasakan, aku ingin memiliki, dan aku ingin di akui dalam cinta. Yang ada di benakku hanyalah “cinta itu indah”.
Aku menegakkan kepalaku menghadap lurus tepat pada satu titik, satu titik dimana ada seseorang yang seolah menantiku diujung sana. Perlahan aku berjalan, hingga aku sampai pada satu titik itu. Seseorang itu menyambutku dengan lembut, mengulurkan tangannya untukku dan membawaku berjalan memasuki cinta bersamanya. Tutur kata yang indah membuatku terbuai, senandung lagu yang merdu membuatku terhanyut, dan tatapan kedua bola matanya yang bersinar membuatku luluh. Suatu waktu ketika dia membawaku terbang bersamanya dan menggenggam tanganku erat-erat merasakan indahnya dunia yang disebut cinta, ada sosok bidadari yang sangat menawan, entah apa yang aku rasakan. Perasaanku begitu takut, aku takut ketinggian..aku takut tiba-tiba Ia melepaskan genggaman tangannya, menghempaskanku dari ketinggian dan terbang menggenggam tangan sang bidadari itu. Semua ketakutanku menjadi kenyataan. Ia menghempaskanku dari ketinggian hingga Ia lupa bahwa aku takut akan ketinggian.Aku terambang dari hal yang aku takuti, aku terhempas dari semua rasa yang saat itu aku rasakan. Aku memejamkan mataku, aku mencoba menganggap semua rasa sakitku hanyalah sebuah ilusiku hingga kelak disaat aku terjatuh ke dasar jurang, ada seseorang yang benar-benar tulus berada disana dan membawaku keluar dari jurang itu.
Cinta ibarat angin yang berhembus. Ia ada, dapat dirasa, namun tidak dapat disentuh apalagi dilihat. Tekadang, angin itu seketika berubah menjadi angin yang hembusannya dua kali lebih kuat dibanding sebelumnya. Akan menumbangkan pohon jika pohon itu tidak memiliki akar yang kuat dan batang yang dapat berdiri kokoh untuk monopang. Sama halnya dengan cinta, terkadang cinta mencoba menguji kita dengan bermacam cara. Akan menumbangkan kita, jika kita tidak memiliki keyakinan yang kuat dan hati yang kokoh untuk menopang. Bagaimanapun, cinta tidak salah dan selamanya tidak akan pernah salah. Yang salah hanyalah ke-egoisan manusia dalam memanfaatkan cinta. Layakkah cinta dimanfaatkan ?? Pantaskah cinta di obral kesana-sini ?? Adakah seberkas cahaya untuk meng-agung-kan cinta ?? Itu semua menjadi pertanyaan tersendiri dalam benakku, padahal cinta bukanlah teka-teki yang harus dipecahkan permasalahannya untuk mendapatkan jawaban. Cinta itu untuk dirasa.

Indahkah cinta jika hanya dirasa tanpa bisa memiliki ?? Aku mencintai orang yang sama sekali tidak mencintaiku. Aku hanya bisa merasakan kehadiran cinta itu, tanpa bisa memilikinya. Tetapi bagiku semuanya itu indah. Kehadiran cinta membuatku tersenyum meski tanpa memiliki. Itu karena aku berambisi untuk tersenyum. Aku dapat pula merasakan sakit, namun aku enggan untuk merasakannya. Aku menanam senyumku dengan caraku sendiri. Yang lebih sempurna lagi adalah ketika aku bisa dicintai oleh orang yang aku cintai, bisa diakui oleh orang yang aku akui, dan bisa memiliki orang yang ingin aku miliki. Saat ini aku belum bisa mendapatkan itu semua, aku percaya karena memang belum waktunya. Akan ada saatnya, akan ada massa nya dimana aku tidak hanya bisa merasakan tetapi memiliki, diakui, dan menggenggam cinta yang lebih sempurna. Dan aku percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar