Senin, 15 September 2014

SECRET ADMIRER

Dia...

Dia adalah sosok yang selalu aku dambakan sejak lama dalam diamku, selalu aku ucap namanya dalam do'aku dan sosok yang selalu menemaniku dalam mimpi dan khayalanku.
entah ini "cinta" ataukah hanya sebatas "kagum" ??
yang jelas, aku bahagia setiap aku melihatnya
dan aku merasa kehilangan setiap dia tidak ada dalam pandanganku

Setiap pagi, aku selalu berharap agar aku dapat bertemu dan melihatnya disekolah.
Ketika kedua mata ini tak sanggup untuk menatapnya, ketika bibir ini tak sanggup untuk berucap..
aku hanya dapat memandanginya dari kejauhan.

Siang itu, tepatnya jam istirahat. Seperti biasa, gue selalu keluar kelas buat melihatnya dari kejauhan
maklum aja, kita memang berbeda kelas dan jurusan sekaligus letak kelas dia berada di lantai 4, sedangkan aku berada di lantai 2. Hampir setiap hari, gue mencari kesempatan biar gue bisa melihatnya.

Dan ngga disangka, siang itu dia berada diluar kelas dan menatap ke arah gue. seketika gue menjadi salah tingkah.
"lu kenapa Na ??" ujar Dera teman di sebelahku.
"em eh anu, ituu pagi ini cerah yaa" sahutku sambil melihat kearah langit.
"hah ?? pagi lu bilang ?? astagaa, panas terik gini lu bilang pagi yang cerah ?? wah sarap lu"
"loh eh emang sekarang jam berapa si ?"
"nih, liat nih udah mau jam 12 juga"
"oh gitu yaa hehehe"
"oh iya, gue perhatiin hampir setiap hari, lu selalu disini dan liatin anak sains mulu yang dilantai atas.emmm hayoo looh hehehe" celoteh Dera.
"ah engga ah, gue emang suka aja disini, bisa liatin awan " ujarku sambil mengeles.


Keesokan harinya, ketika gue berada diperpustakaan alangkah terkejutnya gue melihat dia berada diperpustakaan juga. Dan dia duduk dihadapan gue sembari membaca buku. Selain penjaga perpustakaan, cuman ada gue dan dia diruangan itu.
tiba-tiba dia memanggil gue

"maaf, kamu.."
"siapa s-s-sayaa ??" jawabku dengan nada gugup dan panik
"iyaa, siapa lagi" ujarnya sambil senyum

"wah jangan..jangan dia tau lagi kalau gue suka perhatiin dia setiap hari, terus dia mau nanya siapa nama gue. ya tuhaaannn" batinku

"itu, kamu emang biasa baca buku terbalik yaa ??" ujarnya sembari ketawa kecil.
"oh..hehehe "seketika aku membalikkan bukuku dan menunduk.
" hahaha ada-ada aja" sahutnya dengan nada kecil.

 Hari itu adalah hari termalu yang gue rasain, gue ngga tau harus gimana dan hanya bisa menanggung malu didepan orang yang gue suka.
Bel tanda masuk pun berbunyi, gue bergegas buat masuk ke kelas. ketika gue berjalan menuju pintu, tiba-tiba dia manggil gue lagi
"duuh hati gue dag dig dug gini yah, OMG dia manggil gue lagiii" batinku.
"eh tunggu bentar"ujarnya.

dengan sok jaim gue nengok ke arahnya
"iyaaa, ada apa yaa"
"ini pulpen kamu bukan ??"
"oh iya ini pulpen saya..hehe makasih yaa"
"iyaa..sama-sama" ujarnya dengan senyum manisnya.

Beuuh, ternyata pulpen gue ketinggalan. Gue kira apaan, taunya cuman pulpen
Tapi, walaupun begitu, gue tetep seneng karena bisa liatin dia lebih dekat dan bisa liat senyum manisnya.
Senyum manisnya yang selalu menghantui gue, yang buat gue senyum-senyum sendiri nggak jelas.
Wah entah apa yang orang lain fikirkan tentang gue ketika liat gue.

lagi..lagi..dan lagiii.....
setiap hari gue selalu liatin dia dan mencari tau tentang dia.

hingga suatu ketika, gue tau
"dia udah punya pacar"
pupus sudah harapan gue, untung gue belum kenal dia lebih dalam.
seandainya gue udah kenal dia lebih dalam, jatuhnya pasti lebih sakit.
Beruntungnya gue, dan gue mutusin buat sebatas jadi pengagum rahasianya dia sampai saat ini.

"Tuhan memang adil, ketika dia bukan jodoh kita, Tuhan pasti segera memberikan petunjuk-Nya"

hehehe..sekian cerpen gaje saya. ini bukan hobi, hanya sekedar pengilang bete saya
tapi, kalo ada yang mau kritik dan saran..monggooo dengan senang hati ^^






Tidak ada komentar :

Posting Komentar