oke, kali dan pertama nya ini saya akan me nge post kan cerpen sederhana saya yang berjudul "jika memang dia cintaku, cintalah yang akan menuntunnya kembali"
"JIKA
MEMANG DIA CINTAKU,
CINTALAH YANG AKAN MENUNTUNNYA KEMBALI"
Derasnya
hujan membuatku terhambat untuk berangkat
sekolah pagi itu.
Setelah beberapa jam menunggu
di trotoar pinggir jalan sembari
berteduh dan hujan
pun tak kunjung reda, aku
terpaksa bergegas untuk menuju
ke sekolah, mengingat jam sudah
menunjukan pukul 07.00. Sesampainya
di sekolah, badanku pun basah
kuyup terguyur derasnya hujan saaat itu.
*tok..tok..tok*
“permisi bu, maaf saya telat”
tiba-tiba seluruh pandangan tertuju padaku. “astagaaa Nina lagi-lagi kamu terlambat
dalam pembelajaran ibu !! kamu itu tegas Bu Gita,
guru killer di sekolahku. “maaf bu, tadi
hujan deras, terpaksa
Nina berteduh dulu” ujarku. Dan tanpa basa-basi, Bu Gita
pun menyuruhku untuk keluar kelas
dan tidak mengikuti pelajarannya kali ini.
Dengan rasa kesal
dan kecewa, terpaksa akupun keluar kelas. Akupun
bergegas pergi ke
kantin untuk membeli
minuman hangat untuk menghangatkan tubuhku yang terguyur
air hujan.
Ketika
aku sedang duduk menikmati
segelas susu hangat, tiba-tiba datang seorang cowok tampan
menghampiriku dari belakang
sembari menyelimutkan jaketnya ke punggungku. Dengan gugup
aku berkata “loh eh
Doni, ng ngapain
kamu disini, bukannya kamu ada
kelas yah tadi
?” “iya, aku memang ada
kelas, tapi tadi
aku liat kamu jalan di depan
kelas, basah kuyup pula yaudahdeh
aku minta ijin ke
guru buat ke toilet” jawabnya sambil bersenda
gurau. Hahaha ya
ampun ada-ada aja kamu,
awas loh nanti ketauan
sama guru, yaudah
sana gih balik
lagi ke kelas”
ujarku. “yaudah aku balik ke kelas dulu yaa, keringin tuh baju
kamu biar ngga masuk angin” ujar
Doni dengan senyum manisnya. Semenjak kejadian itu, aku
jadi suka senyum-senyum
sendiri. Sempat terlintas di pikiranku bahwa aku ada rasa sama Doni. Ah tapi ngga
mungkin, Doni adalah cowok kece, populer juga disekolah, nah sedangkan aku
cuman cewek biasa yang ngga begitu dikenal banyak orang. “bisikku dalam hati”.
Pagi
itu aku sengaja berangkat sekolah pagi, supaya tidak terlambat lagi, sekalian
aku mau mengembalikan jaket yang sudah Doni pinjamkan kemarin dikantin.
Sesampainya disekolah, aku menunggu Doni di depan kelasnya, dan tiba-tiba
diapun datang. Entah kenapa aku merasa gugup, jantungku berdegup kencang, dan
semakin Doni menghampiriku semakin jantungku berdegup kencang. “duh kenapa
inii, jangan sampai aku terlihat gugup di depan diaa” bisikku dalam hati.”Eh
Nina, kamu lagi ngapain?? kamu ngga masuk kelas ??” ujarnya. Akupun terdiam,
terpaku melihat parasnya. “Nin..Ninaa” ujarnya sembari menampar lembut pipiku.
‘ eh iya, eee ini..aku..aku mau ngembaliin jaket yang kamu pinjemin kemarin,
makasih banyak yaa”. Saut ku dengan nada gugup.”oh kirain apaan, hahaha iyaa
sama-sama Nin, eh tapi kamu ngga sakit kan gara-gara kehujanan kemarin ??” ucap
Doni sambil menepuk pundak ku. Akupun terdiam, terpaku melihat wajah Doni. “oh
eh iya engga kok, emm makasih yaa jaketnya”ujarku dengan senyum. Ketika aku
berjalan menuju kelasku, tiba-tiba Doni memanggilku dan menghampiriku.
Jantungku berdegup kencang, perlahan aku menoleh ke belakang. Dengan perasaan
sok jaim aku berkata “iyaa, ada apa Don ??” “Aku boleh minta nomor telfon kamu
ngga ??, yaa kalo ngga boleh juga ngga papa sih, aku ngga maksa kok..hehehe”
ujar Doni. Dengan spontan aku menjawab “iya..iya boleh kok boleh banget !!”
Malam
itu aku sedang belajar, tiba-tiba ponsel berdering. Ternyata ada pesan singkat
dari Doni. Dia mengajakku untuk nonton film. Hati siapa sih yang nolak ?? apalagi
yang ngajak nonton itu orang yang kita idam-idamkan. Segera aku merapikan buku
belajarku dan bergegas mencari baju yang secantik mungkin. Setelah setengah jam
kemudian, baru aku menemukan baju yang pas. Akupun mempercantik diriku dengan
sedikit polesan make up. Jam menunjukan pukul 08.00 malam. Terdengar Doni
datang dengan suara klakson mobilnya. Donipun mengetuk pintu rumahku, dan aku
bergegas untuk membuka pintu rumah. Dan entah pertanda apa, kita memakai baju
dengan warna yang sama. Hal yang tak terduga nya lagi, dia membawakanku bunga
mawar. Akupun bertanya-tanya dalam hati, apa maksud dia sebenarnya. Tiba-tiba
dia berlutut dan menyatakan perasaannya kepadaku. Seketika aku terdiam, aku
terdiam bukan karena aku bingung mau menerima perasaannya atau tidak. Aku diam
karena mulutku terasa sulit untuk berbicara, jantungku berdegup kencang. Hati
siapa yang tidak bahagia jika sosok orang yang kita kagumi ternyata memiliki
perasaan yang sama. Lalu aku bertanya kepada Doni, kenapa dia bisa menyukaiku.
Doni menjawab, jika dia sudah lama menyukaiku. Dia mengira aku orang yang cuek,
jadi dia memendam perasaanya. Hampir setiap hari dia mencuri-curi pandang
terhadapku dan memang aku kurang peka jadi ngga tau. Katanya aku berbeda dari
yang lainnya. Aku unik, manis. Ujarnya. Wah seketika pipiku memerah. Semenjak
malam itu, kita resmi jadian. Tanggal 11 Januari 2014 adalah moment bahagia dan
spesial untukku.
Doni
adalah kriteria cowok idaman. Selain maskulin, dia juga salah satu murid yang
cukup baik terutama dalam hal prestasi di sekolah. Dia seringkali mengikuti
berbagai organisasi yang ada disekolah oleh karena itu dia cukup banyak dikenal
dilingkungan sekolah. Matanya yang hitam kecoklatan, senyumnya yang mempesona,
dan penampilannya yang selalu rapi membuat hati cewek yang melihatnya merasa
“falling in love”. Dia juga memiliki tubuh yang lumayan tinggi dengan kulit
kuning langsat. Yang menjadi nilai plus nya nih, dia adalah pemain basket.
Begitu beruntungnya aku, bisa memiliki Doni. Doni selalu menjemputku untuk
pergi kesekolah bersama-sama. Dan ternyata dia adalah sosok cowok yang
romantis. Setiap pagi, sebelum berangkat ke sekolah, dia selalu membawakanku
setangkai bunga mawar merah dan cokelat. Wah, cowok idaman para remaja.
Oh
iya, aku juga memiliki seorang sahabat bernama Ninda. Kita bersahabat sejak
kelas 1 SMP. Tetapi ketika SMA, aku dan Ninda tidak satu sekolah lantaran
ayahnya ada dinas di Jakarta. Meskipun begitu, ketika ada waktu luang, kita
selalu hang out bareng. Ninda adalah anak yang periang, selalu membuat suasana
yang sebelumnya terasa mati menjadi hidup. Kabar baik, Ninda akan kembali ke
Jogja karena tugas ayahnya di Jakarta sudah selesai, otomatis kita pasti akan
satu sekolah. Meskipun banyak sekolah-sekolah yang lainnya, Ninda tetap memilih
sekolah tempatku sekolah saat ini. Kita bagaikan soulmate yang sulit
dipisahkan. Ninda, Ninda termasuk cewek yang cantik. Jika di bandingkan
denganku, wah jauh beda. Dia termasuk orang yang fashionable, apalagi setelah
dia dari Jakarta, dia sedikit berubah menjadi bukan Ninda yang ku kenal dulu.
Meskipun begitu, kita tetap bersahabat dengan baik walaupun pergaulan kita
sekarang menjadi bertolak belakang.
Keesokan
harinya, tepatnya hari senin..Ninda pun akhirnya mulai masuk sekolah dan secara
tidak kebetulan, Ninda ditempatkan dikelasku. Jodoh memang ngga kemana. Ketika
Ninda memasuki kelas, seketika seluruh pandangan cowok tertuju ke arah Ninda.
Mereka terpesona melihat kecantikan Ninda. Dasar mata lelaki, batinku. Setelah
Ninda memperkenalkan dirinya, Ninda pun mencari tempat duduk yang kosong. Semua
cowok yang di kelas berebutan agar bisa duduk dengan Ninda, dan akhirnya ia
duduk di sebelahku. “heyyy Ninaaa..kangen nih, akhirnya kita ketemu lagi yah
setelah bertahun-tahun kita berpisah kebetulan banget kita satu kelas lagi, dan
sebangku pula.waaah senengnyaa”ujarnya sambil memelukku. Iyaaa, ngga nyangka
yaa. “Aku juga seneng banget bisa ketemu lagi sama kamuu, kamu makin cantik aja
Nin” ujarku. Ah bisa aja kamu Na, iya dong aku kan di Jakarta selalu perawatan.
Mendengar jawabannya, seketika akupun menelan ludah. Wah dia memang sedikit
berubah, ujarku dalam hati.
Bel
sekolah berbunyi, menandakan jam pulang sekolah. Doni nampaknya sudah menunggu
ku di depan kelas. Akupun keluar untuk menghampirinya bersamaan dengan Ninda.
“heyyy, sudah lama kamu nunggunya ??” ujarku kepada Doni.”engga kok, ini baru
aja nunggu” jawab Doni dengan senyum menawannya. “siapa dia Na, ganteng
banget..kenalin doong” bisik Ninda sembari melihat ke arah Doni. “Eh iya,
kenalin ini Doni..diaaaa” spontan Ninda langsung mengulurkan tangannya “heyy
kenalin aku Ninda, murid baru disini sekaligus sahabat Nina dari SMP oiya
kapan-kapan kamu bisa dong temenin aku buat keliling sekolah ini soalnya aku
belum paham betul”. “aku Doni, pacar nya Nina. Loh kamu kan bisa sama Nina
lagian Nina kan sahabat kamu, pasti dia bersedia kok buat anterin kamu keliling
sekolah ini” tegas Doni. “oh jadi kamu pacarnya Nina ??, tapi aku maunya
dianterin sama kamu..” ketus Ninda. Tapiiiii......”yaudah ngga papa Don, lagian
kan kamu anggota osis di sekolah ini. Lagian juga Ninda kan sahabat aku, ya
berarti sahabat kamu juga” ujarku sembari menatap Doni. “kamu ngga cemburu
emang??” ujar Doni. Dengan senyum aku menjawab “ya engga lah, hahaha masa aku
cemburu sama sahabat aku sendiri, lagian kan Ninda ngga mungkin tega ngrebut
pacar sahabatnya sendiri, iya kan Nin ??”. Ninda hanya tersenyum.
Keesokan
harinya, tepatnya jam istirahat. Doni sudah berada di depan kelasku, untuk
mengajak ke kantin. Tiba-tiba Ninda menghampiri Doni dan berkata “hey, kamu
jadi kan nganterin aku keliling sekolah ini kan Don ??” “duh kayaknya ngga bisa
deh soalnya aku udah ada janji sama Ninda buat ke kantin” ujar Doni. Akupun
datang menghampiri mereka berdua. “kenapa Don ??”. “ini, si Ninda minta dianterin
buat keliling-keliling sekolah kita kan udah janjian mau sarapan bareng” ujar
Doni. “oh gituu, yaudaah ngga papa kamu anterin Ninda aja kan kita bisa lain
kali” jawabku dengan senyum.
Meskipun Doni seperti menolak, tapi dia ngga berani
kalo sampai menolak permintaanku. Dia pun mengantar Ninda untuk berkeliling
lingkungan sekolah.
Jam istirahat hampir habis, Ninda pun belum kembali
ke kelas. Nampaknya dia masih berkeliling menyusuri lingkungan sekolah.
Berhubung setelah istirahat, ada jam belajar bahasa dan gurunya killer, aku
bergegas mencari Ninda karena aku takut dia sampai telat masuk pelajaran kali
ini apalagi gurunya super killer.
Tepat
ditaman belakang sekolah, aku melihat Ninda dan nampaknya Ninda sedang
bermesraan dengan seorang cowok. Sempat aku mengira dia bersama Doni, ah tapi
ngga mungkin, Doni ngga mungkin menghianatiku apalagi Ninda sahabatku dari SMP.
Tidak begitu jelas karena aku melihat dari kejauhan dan cowok itu hanya
terlihat punggungnya saja. Akupun menghampiri Ninda. “Ninda, ayo cepat masuk,
bel sudah mau berbunyi” tegasku. Aku heran, mengapa ketika aku mendekati
mereka, Ninda terlihat gugup. Lalu, cowok yang bersama Ninda pun menengok ke
arahku. Dan tak disangka ternyata itu Doni. Tanpa kata, aku bergegas
meninggalkan mereka. Hancur rasanya perasaanku melihat kekasihku bermesraan dengan sahabatku sendiri. Apakah
ini yang dinamakan sakit hati ?? apakah ini rasanya di tusuk dari belakang ??.
kesal, marah, kecewa, sakit bercampur menjadi satu. Doni pun mengejarku dan
menjelaskan semuanya. “Na, apa yang kamu liat itu ngga seperti apa yang kamu
bayangkan. Tadi aku tuh cuman..”ujar Doni dengan nada gugup dan kebingungan.
“cuman..cuman apa ?? apa kamu bisa jelasin semuanya ?? engga kan ??!! kamu ngga
perlu jelasin Don, semuanya udah jelas kamu bermesraan sama sahabat aku sendiri
di depan mata aku, apa itu kurang jelas
??!!” sahutku dengan nada kecewa.”alah yasudahlah, aku udah capek sama kamu !!
kamu mau kita putus ??!! okee, kita putus !!” ujar Doni dan dengan begitu saja
meninggalkanku. Aku tidak bisa berkata-kata lagi, mulutku serasa bisu. Hanya
air mata yang menetes.
Beberapa
bulan kemudian, setelah Doni meninggalkanku dan mengatakan putus untuk lebih
memilih sahabatku sendiri. Tiba-tiba Doni mendekatiku kembali, dia meminta maaf
dan menyesal atas keputusannya waktu itu. Lalu Doni menceritakan semuanya bahwa
dia sadar, Ninda yang memiliki paras cantik itu hanya memanfaatkannya. Dia
mengatakan bahwa dia benar-benar menyesal dan ingin kembali kepadaku. Dia
bersujud kepadaku di depan umum sambil memohon untuk memperbaiki semuanya.
Akupun menyuruhnya untuk berdiri dan memeluknya. “akhirnya cinta pun menuntunmu
kembali ke pelukanku”bisikku. “aku mencintaimu Na..” “dan aku lebih..lebih dan
lebih mencintaimu” ujarku. “aku janji tidak akan mengulanginya lagi dan
berjanji untuk selalu ada dan menjadi yang terbaik untukmu” ujar Doni.
“janganlah berjanji, berusahalah untuk itu semua.. berusahalah untuk selalu ada
untukku dan berusahalah untuk menjadi yang terbaik untukku”jawabku.
Cinta yang sesungguhnya itu ”memaafkan” bukan “mendendam”. Paras yang cantik, bukanlah jaminan sebuah “cinta”. Dan “indah” itu akan kita dapatkan salah satunya dengan kita bisa “memaafkan”.
Tuhan memang adil, di balik kelebihan setiap manusia, pasti terselip sebuah
kekurangan. Begitupun sebalikknya. Dan akhirnya Doni pun kembali ke pelukanku.
terimakasih telah mampir dan membaca cerpen amatir saya yang sederhana ini, mohon di maklumi yaa bila ada kekurangan. hehe banyak banget kekurangan lah pastinya, soalnya saya baru pemula :)
hope you enjoyed yaa ^^ my account :twitter : @putridwi04
lineID : dwiputridwi
email : putridwipdh04@gmail.com
Tidak ada komentar :
Posting Komentar